Showing posts with label Korean Dish. Show all posts
Showing posts with label Korean Dish. Show all posts

Friday, June 19, 2015

Barbecue Party ala Korea

Alhamdulillah, udah masuk bulan puasa lagi ya? Setaun lewat gak berasa banget. So, first of all, gue mau ngucapin Selamat Berpuasa buat fellow moslem around the world. Semoga kita bisa khusyuk beribadah dan memperbaiki diri, aamiin.

Nah, kalo bulan puasa begini, salah satu yang ditunggu-tunggu apa coba? Bukbar alias buka bareng. Yup, puasa juga jadi ajang silaturahmi dan reuni bareng temen-temen yang mungkin udah jarang banget ketemuan atau kontak lagi. Gue suka bukbar, tapi kadang gue suka males kalo ngadainnya di restoran. Gak repot, iya sih, tapi selain waktu terbatas, nunggu makanan dateng atau ngantri dapetin tempat duduk kadang suka gak kira-kira. So, for me personally, bukbar di rumah tetep paling oke. Therefore, sekarang gue mau share ide buat menu bukbar di rumah yang gak terlalu merepotkan malah bisa sangat menyenangkan. Barbecue Party ala Korea.

Pernah liat dong di drama Korea, kalo pada ngumpul-ngumpul sama temen-temen kantor atau sahabat-sahabat atau tetangga-tetangga, orang Korea seneng manggang daging. Gue sering liat dan sering 'kabita' sama serunya masak-masak dan makan rame-rame kaya gitu. So, one fine day, pas lagi ada waktu luang dari kerjaan, gue dan dua sahabat gue mutusin untuk bikin Barbecue Party ala Korea di rumah. Dan ternyata, selain enak, kenyang, gampang, tapi kita juga gak repot. Tinggal beli bahan-bahannya, bikin dipping sauce-nya lalu masak bareng-bareng di atas meja. Dan, menurut gue, barbecue party kaya gini juga jauh lebih murah daripada makan menu yang sama di restoran.

Sebelum pada protes, gue gak bilang yah kalau ini barbecue otentik Korea. Nope, ini cuma barbecue ala gue yang gue ambil idenya dari resep Soegogi-gui di blognya Maangchi. Feel free to add or leave whatever your heart desired. And above all, have fun!

Bahan: 

Daging sapi bagian topside, gak tau bahasa Indonesianya apa, tapi ini yang gue beli di supermarket. Minta butchernya untuk motong-motong daging seperti daging semur.
Paprika merah atau kuning. Gue pake yang ini karena lebih manis dari yang hijau, potong strip.
Jamur merang, belah dua.
Daun bawang, potong serong tebal.
Daun selada

Bahan rendaman daging:
Soy sauce atau kecap asin premium, misalnya Kikkoman atau Mushroom Soy Sauce.
Minyak wijen

Bahan saus ssamjang:
1 sdm gochujang
2 sdm doenjang atau soy bean paste
1/2 sdm gula palem (lebih mudah larut, tapi gula pasir juga gak apa-apa)
1 batang daun bawang, iris.
1 sdm minyak wijen
1/2 sdm biji wijen panggang
Aduk rata semua bahan.

Bahan tambahan:
Nasi
Kimchi

Cara Membuat:

  • Panasin wajan anti lengket. Kasih sekitar 1 sdm minyak wijen, ratakan.
  • Celup daging di soy sauce atau minyak wijen, boleh pilih salah satu atau dua-duanya. Kalau mau dicelupin di soy sauce, hati-hati keasinan. Untuk setengah kilo daging, pake 1 sdm aja. Kalau mau dicelupin minyak wijen, jangan lupa kasih sedikit garam, sekitar 1/2 - 1 sdt. Kalo gue, I like both, jadi gue aduk soy sauce sama minyak wijennya, baru celupin daging.
  • Panggang daging di atas wajan panas dengan api kecil. Jangan kepenuhan ya, kasih jarak sedikit antar daging. Lama memanggang cuma sekitar 3-5 menit di tiap sisi, terus setelah kedua sisi mateng, gunting-gunting dagingnya jadi bite size pieces. Kok sebentar banget manggangnya? Karena potongan daging gak terlalu tebal, waktu segitu udah cukup buat matengin daging. Kalo kelamaan justru keras dan gak sedap lagi.
  • Panggang juga paprika, jamur merang dan daun bawang sampai kecokelatan. 
  • Cara makannya ambil daun selada, kasih nasi, daging, pilihan antara jamur, paprika, kimchi atau daun bawang, oles sedikit ssamjang, bungkus terus nyam!
  • Kalo gak punya kompor kecil portabel, bisa kok masak duluan, tumpuk di piring baru makan. No problem. 
  • Di drama Korea, kalo misalnya gak pake nasi, terakhirnya mereka suka makan ramen lagi. So, that's an idea for you. 
  • Bikin kimchi rada ribet, betul. Tapi kimchi bisa dibikin beberapa hari sebelumnya dan masukin kulkas. Pas hari-H tinggal mindahin sedikit kimchi ke piring.
  • Kalo mau lebih praktis lagi, bisa pake piring sekali pakai, sumpit sekali pakai, gelas sekali pakai. Jadi abis acara selesai, tinggal buang. Boleh dong sekali-sekali gak perlu repot-repot cuci piring. 
  • Ada anak kecil? Tambahin sosis-sosis mini ke dalam menu bisa banget. 
  • Satu lagi tambahan yang gue suka kalo makan barbecue adalah nori alias rumput laut panggang. Nori merek MamaSuka sekarang udah banyak di supermarket kok. 
  • Selamat bukbar!




    Friday, April 3, 2015

    Dakbokkeumtang: Ayam Masak Cabe ala Korea

    Our menu for today is Dakbokkeumtang. Menurut bahasa Inggris dari websitenya Maangchi, Dakbokkeumtang adalah Spicy Braised Chicken so, basically, ayam yang dimasak pedes. Berhubung gue gak punya gochugaru alias cabe bubuk Korea yang pedes, gue memang ganti cabe bubuknya sama yang biasa aja, dan gak pedes. So, if you love extra kick, add cabe rawit atau cabe gendot kaya gue.
    Masakan ini simple, langsung dimasak dalam satu pot, gak pake minyak sama sekali, gak ada tumis-tumis atau goreng-goreng, so it's quite a healthy dish. Boleh banget dong istirahat dari makan yang berminyak dan berlemak tinggi dan bersantan dan sebagainya.
    Mari kita coba bikin Dakbokkeumtang yang masisseoyo 맛있어요 ini!

    Bahan:
    1 ekor ayam ukuran sedang dipotong jangan terlalu besar (ask your butcher to do it for you)
    1 kentang ukuran sedang, potong kotak-kotak ukuran sekitar 2cm
    Cabe rawit atau cabe gendot sesuai selera, iris
    1 bawang bombay ukuran sedang, iris agak tebal
    Daun bawang untuk hiasan
    Air kurang lebih 4 gelas

    Bumbu:
    2 sdm penuh gochujang
    1 sdm cabe bubuk
    1 sdm gula
    2 sdm kecap asin
    3 siung bawang putih ukuran sedang, cincang

    Cara Membuat:

    • Aduk semua bahan bumbu.
    • Masukkan ayam, kentang, irisan cabe dan bawang bombay ke dalam panci. Tambahkan bumbu, aduk rata.
    • Tambahkan air. Gue tulis takarannya 4 gelas, tapi biasanya sih beda-beda tergantung panci yang dipake. Pastiin aja airnya hampir nutupin semua bahan.
    • Tutup panci, masak dengan api sedang sekitar 20-25 menit atau ayam dan kentang empuk. Cicipin, biasanya sih gue nambahin sedikit kecap asin atau garam. 
    • Buka tutup panci, masak terus sampai kuahnya mengental sambil diaduk sesekali. Angkat, taburi daun bawang iris.


    As usual, alas foto rustic woody yang gue pake is by Party ID (Instagram: @party.id69)


    • Twist gue di resep ini selain bubuk cabe dan cabe rawit/gendot adalah cara masaknya. Maangchi rebus ayamnya duluan, baru kentang. Gue udah nyoba cara itu, tapi buat gue itu terlalu makan waktu. So, gue satuin aja semuanya. 
    • Kalo mau bumbu nyerap sampe ke dagingnya, bisa pake cara Mami gue. Aduk ayam dengan bumbu, simpan at least 3 jam di kulkas. Baru tambahin sisa bahan dan masak. Simpen semalaman lebih oke. Jadi bumbuin malem, dimasak besok siang.
    • For original recipe and video, check out Maangchi's Dakbokkeumtang
    - Selamat Masak! -

    Friday, March 6, 2015

    Bubur Daging Sayuran (쇠고기야채죽)

    Gue suka banget sarapan bubur. Dalam seminggu, gue berapa kali sarapan bubur, nungguin tukang bubur yang lewat depan rumah. My favorite is bubur ayam cakue ati ampela plus emping dan sambel yang baaanyaaaaak (yes, pagi-pagi makan sambel, that's me). Tapi kadang-kadang gue pengen juga variasi bubur yang lain jadi, of course, gue bikin sarapan bubur sendiri.
    Salah satu bubur paling gampang yang suka gue bikin adalah bubur yang dimasak langsung sama ayam dan bawang putih (by now, you know how much I love garlic, right?). Tapi beberapa hari yang lalu gue liat Maangchi post resep ini, Beef and Vegetable Porridge (Soegogi Yachaejuk) alias Bubur Daging Sayuran. It's not a fancy recipe, tapi alternatif yang sedap buat gue yang suka banget bubur. Menurut Maangchi, resep ini juga cocok buat yang lagi diet, karena gak banyak beras yang dimasak plus sayuran-sayurannya yang bikin bubur ini kaya serat.
    Nah, kalo pengen sarapan yang agak beda, atau pengen bikin sarapan sendiri pas weekend, buat yang weekdaysnya ngantor, cobain deh bubur ini.

    Bahan:
    1/2 cup beras, cuci bersih, rendam selama 30 menit
    (Untuk ukuran cup, pake aja cup yang ada di dispenser beras atau rice cooker, it's the exact same measurement.)
    1/2 sdm minyak wijen
    200 gram daging sapi cincang tanpa lemak
    2 siung bawang putih, cincang
    1 bawang bombay ukuran kecil, cincang
    1 wortel ukuran kecil, potong kotak-kotak kecil
    1/2 paprika merah ukuran sedang, potong kotak-kotak kecil
    1 cup brokoli, cincang
    5 cup air (1 cup @235ml, jadi sekitar 1100ml)

    Untuk Perasa:
    1 sdm kecap ikan
    1/2 sdt minyak wijen
    1/4 sdt gula pasir

    Untuk Taburan:
    1 sdm biji wijen panggang
    1 bungkus rumput laut panggang, hancurkan (Gue pake merk Mamasuka)

    Cara Membuat:

    • Panaskan 1/2 sdm minyak wijen di dalam panci, tumis daging sapi cincang sampai berubah warna.
    • Tambahkan bawang putih dan bawang bombay cincang, tumis sampai mulai transparan.
    • Masukkan sayuran sama beras, aduk rata, tumis selama 2 - 3 menit.
    • Tambahkan air, tutup panci.
    • Kalau sudah mendidih, buka sedikit tutup panci dan terus masak sekitar 20 menit. 
    • Setelah 20 menit, buka tutup panci, masak lagi sampai tekstur bubur sesuai selera, sekitar 10-15 menit.
    • Kalau konsistensinya sudah sesuai selera, tambahkan kecap ikan, minyak wijen dan gula pasir sebagai perasa.
    • Angkat, taburi dengan rumput laut panggang dan biji wijen sebelum disajikan.


    See that pretty rustic wooden background? It's by Party ID. Check out their instagram @party.id69 for more pretty custom photo backgrounds, available for purchase.


    • Untuk perasa, gue cuma pake sedikit tapi, of course, sesuaikan sama selera aja. Mau pake garam sama merica juga bisa. All up to you.
    • One of my friends asked, bisa buat baby kan? My mom said: bisa, tapi pastinya harus diblender lagi.
    • Variasi buat sayurannya: labu kuning / kabocha (very good for babies, by the way), kacang polong, jagung.
    • Variasi buat dagingnya: daging ayam cincang (tanpa lemak), ikan salmon (this is also a very healthy option), udang.
    • Untuk taburannya memang optional, tapi gue recommend buat pake, coz it gives extra flavor. 
    • Kalo tekstur bubur, gue suka yang gak terlalu encer, jadi kalo kalian suka yang lebih encer, tambahin aja takaran airnya ya. 
    • For the original recipe and video link, check out Maangchi's Beef and Vegetable Porridge
    - Selamat Masak! -

    Thursday, January 8, 2015

    Garlic Sesame Noodles: Spaghetti Yang Asia Banget

    Pinterest itu seperti kantong ajaib-nya resep. Mau cari apaaa aja, di Pinterest pasti ada. Kadang malah yang gak dicari nongol juga. Kaya resep yang gue dapet dari Rasa Malaysia ini. Lagi iseng-iseng liat-liat Pinterest sebelum tidur, eh gak sengaja nemu resep Garlic Sesame Noodles. Dari foto, menggiurkan. Pas cek bahan sama cara bikinnya, gampang! Terus tadi malem langsung bertekad, besok gue mau nyobain resep ini.
    And... I did. Berhubung di rumah cuma berdua sama tante gue karena Mami lagi gak ada, tugas masak diserahkan ke tangan gue. Cek rak bumbu, cek laci makanan kering, cek kulkas, bahan-bahan yang emang dasarnya gampang semua ada. Nah, kalo udah gitu tunggu apa lagi? The experiment is on the way....

    Bahan:
    Spaghetti untuk 2 porsi
    Direbus sesuai petunjuk sampe al dente, jangan terlalu lembek, but it's all up to you, really.
    1 siung bawang putih, cincang, tumis sebentar sampe pinggirannya mulai kecokelatan
    Sedikit daun bawang iris untuk taburan
    Sedikit wijen panggang untuk taburan

    Bahan Saus:
    1 sdm saus tiram
    1 sdm mushroom soy sauce (remember my review on Talking About Soy Sauce: Bukan Sekedar Asin?)
    1/2 sdm gula palem
    1 sdt minyak wijen
    1/2 sdt air jeruk nipis, dari seiris jeruk nipis

    Bahan Pelengkap:
    Suwiran ayam panggang atau ayam goreng
    Bok Coy direbus atau ditumis sebentar pake bawang putih, kasih air dikit, tutup wajan dan masak sekitar 5 menit

    Cara Membuat:

    • Aduk semua bahan saus dan cincangan bawang putih yang udah di tumis sampe rata di mangkuk yang besaaar, cukup buat ngaduk semua spaghetti. Cicipin saus, adjust to your taste.
    • Masukin spaghetti yang udah direbus dan ditiriskan, aduk rata. Cicipin dulu, takaran soy sauce sama gula sengaja gue kurangin dari resep original for my liking. Kalo setelah diadukin ke spaghetti ada yang kurang, tambahin aja.
    • Sajikan dengan taburan daun bawang, wijen dan suwiran ayam sama bok coy sebagai pelengkap.





    • I really recommend you buat pake mushroom soy sauce. Liat warna cantik dari spaghettinya di foto gue? 1 sendok makan mushroom soy sauce udah cukup buat menghasilkan warna kaya begitu. Plus, rasa gurih dan asin mushroom soy sauce gak berlebihan, pas di lidah.
    • Gue pake ayam panggang because that's what I have in hand. Gue tinggal masukin ayam ungkep ke oven pas mau manasin air buat rebus spaghetti, biar semuanya bisa siap berbarengan. But if you don't have it, goreng aja nugget, panggang sosis, atau tumis kornet terpisah. That'll work equally fine.
    • Kalo suka rasa garlic yang lebih kuat, atau gak mau ribet numis-numis bawang putih dulu, Rasa Malaysia masukin bawang putihnya mentah aja. But sometimes I have allergic reaction to raw garlic, jadi cari aman aja. 
    • For the original recipe and plenty more of easy Asian recipes, cek out RasaMalaysia.com.
    - Selamat Masak! -

    Saturday, August 30, 2014

    Tofu Rice Pockets

    Awal gue bikin makanan ini random banget. Pas lagi nerjemahin sebuah buku (doing my daytime job as a translator), si tokoh di buku itu bikin makanan semacam rice balls yang dimasukin ke dalam kulit tahu. Bolak-balik baca bagian itu entah kenapa gue pengeeen banget nyobain bikin. You know kan kalo udah penasaran nothing can stop me.
    Jadi... Sabtu pagi gue sibuk sendiri di dapur bikin resep yang gue namain Tofu Rice Pockets. Nama biasanya mungkin Tahu Isi Nasi.
    Kalo yang gue liat di makanan-makanan Korea ato Jepang, tahu yang dipake memang ada kulit tahu khusus yang beli jadi dan tinggal diisi. Nyari di mana yang begituan? Ga tau deh. Di buku, si tokoh itu juga pake sushi rice. Ga ada? Nasi biasa pun jadi. Gue pake aja bahan yang ada, make use of what I have in the kitchen.
    Menurut gue sih makanan ini cocok buat bekal, seperti yang gue baca di buku itu dan pernah beberapa kali gue liat di drama Korea. Praktis dan bikin kenyang.

    Nih, gue kasih tau cara gue bikinnya.

    Bahan Kulit:
    5 buah tahu ukuran sedang, dipotong dua, goreng sampai kering. Keluarkan isinya pake sendok

     Bahan Isi:
    Isi bagian dalam tahu, hancurkan
    1 mangkuk kecil nasi panas (Kira-kira 2,5 sendok nasi)
    1 buah wortel impor, serut atau parut bentuk korek api
    1 batang daun bawang bagian hijaunya aja, iris tipis
    1 sdt minyak wijen
    Air jeruk nipis dari 1 iris jeruk nipis ukuran sedang (sekitar 1 sdt)
    1/4 sdt gula pasir
    Kecap asin sesuai selera
    Merica sesuai selera
    1 sdt minyak goreng untuk menumis

    Cara Buatnya:
    • Tumis wortel dan daun bawang. Tambahkan minyak wijen, kecap asin, gula, merica, aduk rata. Masak sampai wortel matang. Sebentar aja, paling sekitar 5 menit. Matikan api.
    • Aduk isi tahu dan nasi ke dalam tumisan wortel. Tambahkan air jeruk nipis. Aduk sampai isi tahu rata dengan nasi supaya nasi gak berantakan pas diisi. Aduk langsung dengan tangan lebih baik.
    • Cicipin dulu, kalo kurang asin bisa tambah kecap asin atau garam. 
    • Isi ke dalam tahu sambil ditekan-tekan sedikit supaya agak padat.
    • Voila! Jadi deh!


    • Kalo pengen yakin banget nasinya gak bakal bubar, sushi rice memang pilihan yang paling baik. Kalo ada waktu untuk bikin nasi khusus buat resep ini, mungkin boleh nyobain tips bikin nasi dari Farah Queen, tambahin 1 bagian beras ketan untuk 10 bagian beras biasa.
    • Bisa juga pake nasi dari beras yang puleeen banget. That's even more delicious.
    • Kalo bikin nasi sushi atau nasi campur ketan atau nasi pulen, tahunya bisa pake tahu kopong atau tahu pong. Jadi tinggal gunting satu sisi terus isiin nasinya. Gampang!
    • Kalo gak mau vegan banget kaya yang gue bikin, bisa tambahin ayam goreng suwir, sosis, kornet, baso, nugget, whatever you wish.
    • Pake brokoli yang dipotong kecil-kecil juga enak.
    • Mau lebih mewah? pakein keju mozzarella atau quick melt terus panggang sebentar sampai keju meleleh.
    Selamat Masak!

    Monday, January 13, 2014

    Potato Dumpling Soup: My Version of Potato Sujebi

    Musim ujan belom kelar aja nih. Tiap hari Bandung dinginnya ga kuat. Cuaca begini biasanya bikin ngidam segala macem makanan, at least buat gue :D
    Beberapa taun yang lalu, gue pernah nonton drama Korea judulnya Fermentation Family. Di drama itu si tokoh utamanya pernah bikinin sup bola-bola kentang buat pacarnya yang lagi kedinginan setelah perjalanan jauh di musim dingin. Dasar guenya aja gampang ngiler kali ya, jadi ga bisa lupa sama sup itu. Pernah sekali nyoba bikin tanpa resep tanpa searching tapi hasilnya ga terlalu bagus.
    Beberapa minggu yang lalu, for some reason, gue keingetan lagi sama sup itu. Lalu mulai deh browsing sana sini buat nyari resepnya. Gak nemu sih, tapi ada satu resep judulnya Potato Sujebi / Korean Gnocchi Soup / Potato Dumpling Soup yang menurut gue lumayan mirip (Check out the original recipe at Zen Kimchi). Setelah dicoba, walaupun secara penampilan ga wah, tapi gue sukaaaa....
    Sup ini termasuk one dish meal, jadi ga perlu ditambahin nasi ato mie lagi. You'll get enough carb from the potato dumpling for a hearty meal. Kuah supnya sedikit kental, perpaduan antara soup bening dengan light cream soup. Bumbunya simple abis, bikinnya gampang banget dan sangat mengenyangkan.
    Perlu yang anget-anget buat penangkal dinginnya musim ujan? Yuk masuk dapur, cobain resep ini.

    Bahan Potato Dumpling:
    1 buah kentang ukuran sedang, kupas, parut halus.
    1 siung bawang putih, parut halus
    1 batang daun bawang ukuran sedang, iris halus
    3 - 4 sdm tepung terigu
    garam dan merica secukupnya

     Aduk rata semua bahan kecuali tepung terigu. Tambahkan tepung terigu sesendok demi sesendok. Adonannya jangan terlalu padet, harus masih bisa meluncur dari sendok.

    Bahan Kuah:
    500 ml kaldu ayam
    4 butir bakso sapi, kerat silang
    4 butir bakso ikan, kerat silang
    1 ikat sawi hijau, potong-potong
    1 batang daun bawang, iris
    1/2 sdt gula pasir
    garam dan merica secukupnya

    Cara Membuat:
    • Didihkan kaldu dengan api sedang. Masukkan gula, garam, merica. Tambahkan bakso sapi dan bakso ikan. Rebus sampai bakso mateng.
    • Kecilkan api. Masukin adonan potato dumpling sesendok demi sesendok. (mau sendok makan atau sendok kecil, up to you)
    • Besarin api ke api sedang lagi. Tambahkan daun bawang sama sawi hijau. Masak sampe potato dumpling mateng. Cara taunya? Cicipin aja ;)
    • Angkat, hidangkan panas-panas.



    - Variasi buat sayurannya: sawi putih, jamur, brokoli, kembang kol, wortel, timun.
    - Variasi daging: daging sapi atau ayam iris tipis.
    - Bisa juga tambahin kornet ke potato dumplingnya kalo suka.
    - Penggemar pedes? Sup ini enak juga kalo ditambah cabe rawit iris.
    - Kalo ga suka kuah terlalu kental, tambahin air ato kaldu aja ya.
    - Selamat Masak!-

    Friday, November 1, 2013

    Chawanmushi a.k.a Telur Kukus

    Haiiii... It's been an awful while ya. Akhirnya gue bereksperimen lagi nih! hehehe Resep kali ini gampang aja, bisa disiapin duluan alias prepare in advance. Namanya Telur Kukus atau Steamed Eggs. Ide buat masakan ini sebenernya gue dapet dari Ochikeron sama Maangchi. OchiSan pernah ngepost resep Chawanmushi, telur kukus ala Jepang. Maangchi pernah ngepost resep Ttukbaegi Gyeranjim, telur kukus ala Korea. Karena gue suka banget telur kukusnya Maangchi tapi pengen nyobain telur kukus ala OchiSan juga, akhirnya gue gabungin deh dua resep itu. Menurut gue, telur kukus ini enak banget buat dimakan panas-panas pas sarapan pagi. Selain enak, juga gizi atau nutrisinya komplit karena selain telur juga dilengkapin sama sedikit sayuran. Chef Yuda of Urban Cook (love that guy!) juga ternyata pernah bikin chawanmushi loh. Head over to their Faceook page for recipe. Kalo masak telur kukus ini gak mau ribet, potong-potong bahan malam sebelumnya, pagi-pagi tinggal aduk dan kukus deh. Yuk mari kita bereksperimen!
    Bahan:
    2 butir telur ayam, kocok pelan-pelan aja asal putih sama kuningnya nyampur, jangan sampe berbusa
    150ml kaldu ayam atau 100ml air hangat plus 1 sdt kaldu gel
    1/2 batang wortel, iris tipis
    5 butir jamur merang, iris tipis
    3 butir bakso sapi, iris tipis
    3 butir tahu baso ikan, iris tipis
    1/2 batang daun bawang, iris
    1 sdt kecap ikan
    1/2 sdt kecap asin
    sedikit merica
    Cara Membuat:
    - Aduk semua bahan jadi satu. Aduknya pelan- pelan supaya telur gak berbusa.
    - Tuang ke dalam mangkuk tahan panas atau ramekin. Gue pake ramekin kecil diameter 6 cm, hasilnya jadi 4 mangkuk.
    - Tata mangkuk di dalam kukusan. Tutup kukusan terus nyalain api sedang.
    - Setelah air kukusan mendidih, buka sedikit tutupnya. Kukus sekitar 7 - 8 menit sampai permukaan telur padat.
    - Angkat, sajikan hangat.



    ~ Isi telur kukus ini bisa macem-macem. Untuk daging-dagingan bisa diganti sosis, daging ayam, daging sapi, udang, ikan dan sebagainya.
    ~ Variasi isi sayuran juga macem-macem, bisa bunga kol, bok choy, sawi dan aneka jamur.
    ~ Kalo punya mug atau cangkir yang tahan panas lucu juga buat dipake. Soalnya chawanmushi itu memang aslinya dimasak di dalem cangkir ato mug.
    - Selamat Masak! -

    Thursday, May 2, 2013

    Soy Sauce Bibimbap: Another Version of the Famous Korean Dish

    Soy Sauce Bibimbap ini sebenernya proyek iseng gue aja. Memang aslinya di Korea sana ada juga Bibimbap yang pake soy sauce, dan Maangchi pun sempet upload resepnya.
    Tapi yang gue bikin ini hasil eksperimen sendiri aja, gak ngikut resep yang mana-mana. (well, at least gak 100% ngikut resep... 25-35% lah hehehe)

    Awalnya gue bikin bibimbap versi ini karena gue keabisan Gochujang tapi pengen banget makan Bibimbap. Lalu, inget sama Maangchi yang pernah ngasih tau kalo Bibimbap bisa dibikin dengan Soy Sauce, mulailah gue bereksperimen.

    Bahannya, sama kaya resep Bibimbap yang dulu (check out Super Easy Bibimbap! if you haven't already), bisa mengarang bebas. Sayur yang dipake, daging-dagingannya, all up to you. Satu yang gue recommend hanya kecap asinnya aja. Seperti biasa, gue pake Kikkoman, just because I like the taste and the aroma. Mau coba pake kecap asin yang lain? bebas! :D

    Bahan Daging:
    - 50-100 gram daging ayam tanpa tulang, potong-potong kecil, kasih sedikit garam+merica
    - 1 siung bawang putih ukuran kecil, cincang halus
    - 1/4-1/2 sdm kecap asin
    - 1/2 sdm minyak

    Bahan Sayuran:
    - 1 buah wortel ukuran kecil, parut ukuran korek api
    - Sedikit kol yang masih agak muda, iris-iris setebal kurang lebih 1/2cm, cuci bersih, tiriskan
    - Sedikit jamur kipas, cuci bersih, peras airnya lalu suwir-suwir
    - Sedikit sawi putih, iris-iris kurang lebih setebal 1/2 cm, cuci bersih, tiriskan
    - 1/2 sdm kecap asin
    - 1 sdt minyak wijen

    Bahan Pelengkap:
    - Telur mata sapi
    - Biji Wijen Panggang
    - 1/2 sdm kecap asin
    - 1 sdt minyak wijen
    - Sedikiiit Cabe bubuk

    Jangan lupa semangkuk atau seporsi nasi panas

    Cara Buatnya:
    • Untuk daging, panaskan minyak dan tumis bawang putih dengan api kecil sampai harum.
    • Masukkan ayam dan kecap asin, masak sampai matang. Sisihkan.
    • Untuk sayuran, panaskan minyak wijen, masukkan wortel dan jamur. Tumis dengan api kecil sampai wortel matang (tapi masih crunchy).
    • Masukkan kol dan sawi plus kecap asin. Aduk rata. Masak sebentar aja. Sisihkan.
    • Pas sebelum disajikan, taruh nasi panas. 
    • Susun sayur dan daging di atas nasi.
    • Taruh telur d bagian tengah.
    • Kucurkan kecap asin dan minyak wijen.
    • Taburi biji wijen panggang dan sedikit cabe bubuk.
    • Aduk-aduk sedikit sebelum dimakan ;)


    • Seperti biasa, takaran kecap asin dan minyak wijen disesuaikan sama selera ya. Inget untuk kasih sedikit-sedikit aja dulu, kurang baru deh nambah.
    • Kalo mau pedes, bisa nambahin irisan cabe keriting atau cabe rawit di tumisan sayuran. 
    - Selamat Masak! -

    Wednesday, May 1, 2013

    JAPCHAE: Soun Campur ala Korea

    Masiiih makanan Korea. Di post terakhir, resep Hoddeok, gue udah pernah nyebutin kalo Hoddeok ternyata ada yang asin dengan isi Japchae. Saking penasarannya, gue akhirnya nyobain juga bikin Japchae, karena toh Maangchi udah post resep Japchae dia a couple of years back.
    Bikinnya gampang banget. Bumbunya ga macem-macem. Bahannya juga bisa diganti atau ditambah sesuka hati.
    Apa yang menurut gue paling yummy dari Japchae? Rasa sesame oilnya yang, gatau kenapa, menggugah selera banget. Bikin ngiler!
    Yuk atuh kita mulai eksperimennya!

    Bahan Soun:
    - 1 bungkus kecil  (50 gram) soun, celupin ke air mendidih, rebus sampai lunak (1-2 menit atau sesuai selera kenyalnya mau seberapa)
    - Aduk soun dengan:
    - 1/2 sdm kecap asin Kikkoman
    - 1 sdt minyak wijen

    Bahan Lainnya:
    - 1 buah wortel (impor lebih bagus) ukuran kecil, kupas, parut bentuk korek api
    - 1 potong ayam rebus/goreng, suwir-suwir
    - 1 batang daun bawang, iris serong
    - segenggam jamur merang, iris
    - segenggam jamur kipas, suwir-suwir
    - 1 siung bawang putih ukuran sedang, cincang halus
    - 1 siung bawang bombay ukuran kecil atau 1/2 ukuran sedang
    -  Kecap asin Kikkoman
    - Minyak wijen
    - Merica
    - 1/2 sdt Madu
    - 1/4 sdt Gula
    - Sedikiiiit kecap manis
    - Biji wijen panggang

    Cara Buatnya:
    • Tumis parutan wortel dengan 1/2 sdt minyak wijen sampai wortel matang tapi gak lembek, masih ada 'kres-kresnya'. Angkat, sisihkan.
    • Panaskan 1 sdt minyak wijen, tumis bawang bombay, bawang putih plus irisan daun bawang kurang lebih 1 menit di api sedang. Masukkan suwiran ayam dan jamur. 
    • Tambahkan 1 sdm kecap asin Kikkoman dan sedikit merica, aduk rata. Tumis sampai jamur matang dengan api kecil.
    • Di dalam wadah atau mangkuk besar, masukkan soun, tumisan wortel dan tumisan ayam jamur, aduk rata.
    • Tambahkan 1/2 sdm kecap asin Kikkoman, sedikit merica, madu, gula dan sedikiiit kecap manis kalo suka. Aduk rata lagi.
    • Cicipin dulu ya, apa masih kurang asin atau kurang manis. 
    • Kalo udah pas, sajikan di piring dan taburi biji wijen panggang.
    • Siap dimasukin jadi isi Hoddeok atau dimakan dengan nasi panas.


    • Di resepnya, Maangchi nambahin banyak kecap asin dan banyak gula. I personally don't like food that's too salty or too sweet. Jadi, dengan basic dari resep gue atau Maangchi, otak-atik sendiri supaya sesuai selera yaaa.
    • Maangchi sebenernya pake daging sapi yang diiris tipis dan daun bayam yang direbus terus diperas airnya. Feel free to use that if you prefer.
    • Kalo gak punya ayam rebus atau ayam goreng, potong-potong aja dada ayam fillet atau bagian mana aja, tumis dulu dengan sedikit minyak dan garam merica sampai matang, baru tambahin minyak wijen, bawang-bawangan dan jamur-jamur.
    • Mau tema seafood? Masukin udang dan potongan cumi rebus atau bakso ikan tumis. Yum!
    • Mau tema vegan? Tambahin potongan bok coy, irisan kol, kembang tahu, tofu, anything vegetarian!!!
    • Bisa loh, rebus soun dan tumis semua bahan duluan. Simpen di kulkas dalam keadaan terpisah. Besoknya atau pas pulang kantor gitu tinggal panasin wajan dan aduk semua bahan. Simple and fast ;)
    • For video guide, please check out Maangchi's Making Japchae (Korean Stir Fried Noodles and Vegetables).
      Selamat Masak!

      Friday, April 5, 2013

      Hoddeok: Korean Sweet Pancake (Reviewed in Eat Your Kimchi!)

      I don't know why I haven't post this recipe yet. Gue udah beberapa kali bikin Hoddeok di rumah dan gue sukaaa banget rasanya.
      Kemarin salah satu blogger/Youtuber favorite gue, Simon and Martina of Eat Your Kimchi, post video food adventure mereka tentang si Hoddeok ini. Kalo kata orang Sunda mah langsung kabita ngeliat mereka makan Hoddeok anget yang manis (dan ternyata ada yang asin juga). Gue langsung lari ke dapur dan bikin loh!
      Seperti biasa, gue dapet resep ini dari Maangchi berbulan-bulan yang lalu. Sebenernya Hoddeok bukan pancake seperti yang di Western Food, karena adonannya dikembangin pake yeast kaya roti (tapi gak perlu diuleni dan segala macemnya). Tapi dia tetep disebut pancake karena dimasaknya pake pan alias wajan datar.
      Kalo pas sore-sore, ujan, terus makan Hoddeok sambil minum kopi... it's heaven, right there!
      Yuk ah, langsung bikin!

      Bahan:
      - 1/2 cup (125ml) air hangat
      - 1 sdm gula pasir
      - 1 sdt yeast/ragi instan
      - 1/4 sdt garam
      - 1/2 sdm minyak
      - 1 cup (130gram) tepung terigu

      Bahan Isian:
      - 8 sdt gula palem
      - 1-2 sdt biji wijen panggang
      aduk rata

      Sepanci kecil air panas
      Sedikit minyak/margarin untuk menggoreng

      Cara Membuatnya:
      • Di dalam mangkuk besar/baskom, masukkan air hangat, gula pasir, ragi instant dan garam. Aduk rata.
      • Tambahkan minyak dan tepung terigu. aduk rata.
      • Tutup wadah dengan piring (apapun yang lumayan berat dan muat). Letakkan di atas panci atau wadah besar isi air panas (bukan air mendidih!). Diamkan 1 jam sampai adonan mengembang.
      • Setelah 1 jam, aduk-aduk adonan dengan sendok karet/sendok kayu untuk membuang gasnya. Tutup lagi dan diamkan lagi 20 menit (tetep di atas air tadi yaaa)
      • Taburi talenan atau kitchen counter dengan tepung terigu. Letakkan adonan di atasnya, taburi lagi dengan tepung terigu.
      • Bagi adonan jadi 4 bagian. 
      • Pipihkan satu bagian adonan, isi dengan 2sdt campuran gula. Tutup rapat dan cubit-cubit supaya betul-betul tertutup.
      • Panaskan wajan teflon dengan sedikit minyak di api kecil. Setelah panas, masukkan adonan (sisi yang ditutup/seam side ada di bawah).
      • Biarkan 30 detik, lalu balik adonan. Pipihkan dengan serok (apa sih namanya sendok yang buat goreng itu? Beneran gak inget) sampai adonan sedikit lebih kecil dari CD (Compact Disc, that is.. :p).
      • Masak sampai bagian bawahnya kecokelatan. Balik. Masak lagi sampai bawahnya kecokelatan.
      • Angkat, dan nikmatin Hoddeok selagi panas :D

      Psst..gue lagi suka edit foto dengan Line Camera, so please ignore that cute little bear sticker :D
      • Adonan Hoddeok memang lengket banget, makanya pas ngebentuk adonan selalu sedia tepung terigu ekstra. Kalo adonan udah mulai lengket, tinggal taburin lagi terigu.
      • Please seal the dough properly. Adonan harus ketutup rapat setelah diisi. Pas dimasak Hoddeok bakal dipipihin, makanya pastiin sealnya rapat supaya isi gak keluar. It happens, though, adonan gue sering bocor dengan suksesnya. But it's okay, gak merusak rasa, cuma a little bit messy.
      • Hoddeok paling enak dimakan pas masih panas ato anget. Malah Maangchi bilang that she'd feel insulted kalo dia dikasih Hoddeok yang udah dingin.
      • Sebaiknya isi dan masak Hoddeok satu persatu. Kalo sekaligus... well.. just leave that to the expert ;)
      • Isi bisa bervariasi, gak cuma dikasih gula palem sama wijen aja. Gue sendiri suka gula palem+wijen sama isi double cheese, keju cheddar biasa dicampur keju edam (iya, keju edam yang buat bikin kaastengels alias kue keju.). Masih banyaaak variasi isi yang bisa dieksplorasi, asal gak berkuah atau banyak sausnya. Here are some ideas:
      1. Gula palem + kacang mede panggang
      2. Keju mozzarella, or any cheese that melts. Plain kalo mau asin, tambah secubit gula kalo mau gak terlalu asin
      3. Selai kacang / peanut butter, creamy or crunchy
      4. Japchae (masakan soun ala Korea), recipe available here--> Japchae: Soun Campur ala Korea.
      5. Ayam suwir berbumbu, misalnya balado, barbekyu, teriyaki. (asal gak berkuah, kalo sausnya kental masih oke)
      6. Irisan sosis + keju quick melt.
      7. Kornet + telor rebus cincang + keju cheddar
      8. Daging cincang yang diaduk  pakai bubuk kari sama bawang daun, jadi mirip gozleme atau roti martabak.
      9. Nutella atau ovomaltine atau any chocolate spread yang lagi beken sekarang
       - Selamat Masak! -

      Tuesday, January 29, 2013

      Homemade Kimchi -- Revised Recipe

      Kimchi... Buat yang rajin nonton drama dan film Korea seperti gue, pasti sering banget liat penampakan kimchi di sana. Makan nasi, di antara piring-piring banchan (side dish) pasti ada kimchi. Makan ramyun pasti di sampingnya ada kimchi. Malah ada yang inti ceritanya tentang kimchi, seperti misalnya drama Fermentation Family atau film Le Grand Chef 2: Kimchi Battle (buat yang suka film masak-masak, coba tonton deh).
      Sebenernya dulu gue udah pernah post hasil eksperimen pertama gue bikin kimchi sendiri (please check out Homemade KIMCHI). Tapi memang bener apa yang sering dibilangin di drama-drama tadi (dan Maangchi, my favorite Korean cooking tutor di YouTube juga berpendapat yang sama) bahwa kimchi itu masakan personal yang susah ditentuin takaran pastinya. So far gue udah 4 kali bikin kimchi sendiri, dan setiap kali rasanya selalu sedikit beda, not in a bad way though. Makin ke sini gue ngerasa kimchi yang gue bikin makin pas sama lidah gue.
      Pertama kali bikin kimchi, walaupun gue pikir rasanya lumayan enak, tapi gue masih sedikit keganggu sama rasa bawang bombay+bawang putih dan jahe yang lumayan kenceng. Jadi, setiap gue bikin kimchi lagi, gue berusaha adjust rasanya supaya gak terlalu kenceng, gak terlalu pedes, dan lebih cocok buat lidah gue.
      Masalah takaran bumbu di dalam kimchi pastenya pun masih amburadul banget. Hampir semua resep yang gue temuin adalah resep untuk kimchi dalam jumlah besar. Berhubung yang doyan kimchi di rumah cuma gue dan kakak gue aja, jadi gak mungkin nyimpen kimchi satu wadah gede yang bisa-bisa perlu setaun buat ngabisin. Nope, gue cuma butuh kimchi dalam wadah sedang yang bisa habis dimakan dalam 3-4 bulan ajah.
      So, supaya introductionnya gak kepanjangan, mulai aja yuk intip hasil eksperimen gue dengan kimchi!

      Bahan Utama:
      • 1 sawi putih ukuran sedang, buang bonggolnya, potong-potong kurang lebih 3-4 cm, cuci bersih, rendem sekitar 5 menit. Tiriskan.
      • Taburi dengan 3 - 4 sdm muncung garam, aduk rata.
      • Diamkan 45 menit. Bolak-balik dengan tangan, diamkan 45 menit lagi.
      • Tiriskan, cuci bersih..bener-bener bersih (sampe 3 kali menurut Maangchi), tiriskan.
      Bahan Pendamping:
       - 1 buah wortel import ukuran sedang, potong korek api (tipis-tipis aja).
      - 1 bawang daun ukuran sedang, iris serong 1 cm.

      Bahan Kimchi Porridge:
       - 1/3 cup atau 80 ml air
      - 1/2 sdm tepung ketan atau tepung terigu
      - 1/2 - 1 sdt gula pasir
      • Aduk air dan tepung sampai rata.
      • Masak di atas api kecil sampai meletup-letup sambil terus diaduk.
      • Masukkan gula pasir, aduk rata.
      • Masak 1 menit lagi sambil terus diaduk. Angkat, dinginkan.
      Bahan Kimchi Paste:
      - 4 siung bawang putih ukuran sedang, kupas, potong kasar
      - 1/2 siung bawang bombay ukuran sedang, kupas, potong kasar
      - 2 buah cabe merah ukuran besar, potong kasar
      - 4 buah cabe merah keriting, potong kasar (boleh buang bijinya kalo mau)
      - 1 cm jahe (diameternya kira-kira sebesar uang logam 1000 yang perak), kupas, potong kasar
      - 4 sdm kecap ikan
      - 1 sdt madu
      - 2 sdm cabe paprika bubuk (gue pake brand Koepoe-Koepoe)
      • Blender bawang putih, bawang bombay, cabe merah, cabe merah keriting, jahe sampai halus. (tambahkan 1 sdm kecap ikan dari takaran di atas kalo perlu, supaya halus).
      • Di dalam wadah besar (baskom atau mangkuk besar, supaya enak ngaduk kimchinya), tuang bumbu halus, sisa kecap ikan, madu, cabe bubuk. Aduk rata.
      • Cicipin kimchi paste, apa kurang asin atau kurang manis atau kurang pedes. Adjust to your taste.
      Sekarang mari kita mengaduk kimchi!
      • Campur kimchi paste dengan kimchi porridge, aduk rata.
      • Tambahkan wortel dan bawang daun, aduk rata.
      • Tambahkan sawi putih, aduk rata dengan tangan (pake sarung tangan tentunya, atau pake plastik, not with your bare hands, please).
      • Siapkan wadah plastik yang bersih dan kering.
      • Pindahkan kimchi ke dalam wadah sambil ditekan-tekan supaya padat. Kenapa harus ditekan-tekan? Ini dilakukan supaya kimchinya gak kemasukan udara yang nanti bakal bikin dia berjamur. Karena kimchi ini nantinya bakal difermentasiin di dalam kulkas, penting banget mencegah tumbuhnya jamur.
      • Tutup rapat. Bisa langsung dimakan, atau disimpen di dalam kulkas.
      • Kimchi yang minimal udah berumur seminggu enak banget buat dibikin Kimchi BokkEumBap alias nasi goreng kimchi!


      • Pengerjaannya sesuai urutan yang gue tulis ya...Setelah ngegaremin sawi dan motong-motong wortel plus daun bawang, langsung mulai bikin kimchi porridge. Abis kimchi porridge beres, sisihkan biar dingin. Sebelum sawi dicuci dan ditiriskan, siapin kimchi paste. Abis itu baru deh campurin semuanya.
      • Buat yang gak terlalu suka sama rasa kimchi mentah, saran gue dibikin nasi goreng kimchi atau mie goreng kimchi.
      • Selalu ngambil kimchi dalam porsi kecil dulu dan pindahin ke piring kecil. Kimchi yang udah keluar dari wadahnya dan gak abis dimakan jangan dimasukin lagi ya. It can ruin the whole container loh. Kimchi ini makanan fermentasi jadi please selalu inget buat jaga kehigienisannya, ok? ;)
      • Setiap abis ngambil kimchi untuk dimakan please..please..please selalu inget untuk diteken-teken lagi kimchinya yaaa. Dan jangan lupa ditutup rapat wadahnya.
      • For other recipes using this kimchi, tungguin yah, gue bakal bereksperimen lagi!
      - Selamat Masak! -

      Thursday, December 27, 2012

      Baesuk: Pir Kukus Buat Penghangat Badan

      Tema eksperimen kali ini masih tentang makanan yang pas buat musim hujan. Udara dingin memang bikin pengen makan melulu ya... ato cuma gue yang begitu? hahaha...
      Nah, kali ini eksperimen gue jatuh lagi di resepnya Maangchi. Nama resepnya Baesuk alias Pir Kukus. Pir dikukus? Agak gak biasa memang. Makanan serupa yang gue tahu biasanya setup Pir atau Apel, yaitu buah yang dimasak pake gula atau sirup sampe lembut untuk dessert. Nah, Baesuk ini gak cuma cocok dijadiin dessert, tapi juga bisa buat penghangat badan. Kenapa? Karena di dalamnya ada parutan jahe sama bubuk kayu manis. Terus yang jelas bikin Baesuk jauh lebih sehat adalah dia gak pake gula. Manisnya didapet dari madu plus manis buah pir itu sendiri.
      Gimana dengan cara bikinnya? Haduuuh..sambil merem juga bisa deh. Gampaaang banget!!! Yuk ah dicobain.

      Bahan:
      - Buah pir, jenis apapun bisa.
      - 1 sdm madu
      - 1 sdt jahe parut
      - 1/4 sdt bubuk kayu manis
      - 1-2 sdt kacang mede panggang yang sudah dicincang (optional)

      Peralatan:
      Ramekin atau pinggan tahan panas

      Cara Buatnya:
      • Cuci bersih buah pir, lap permukaannya.
      • Potong sekitar 3-4 cm bagian atasnya (yang ada tangkainya). Kalo pirnya miring dan gak bisa berdiri tegak, iris sedikit bagian bawahnya.
      • Dengan sendok teh, keruk bagian tengah potongan pir yang bagian bawahnya untuk membuang biji dan bagian tengah yang keras. 
      • Isi bagian tengah dengan madu, jahe, bubuk kayu manis dan kacang mede.
      • Tutup dengan bagian atas pir. Taruh di atas pinggan tahan panas.
      • Kukus pir selama kurang lebih 30 menit atau sampai pir lunak. 
      • Angkat, sajikan panas atau dingin.



      • Kalo gak pengen makan pir ini panas-panas, bisa dibiarin dulu sampai uap panasnya hilang, terus masukin kulkas. Setelah pir dingin, sajikan dengan ice cream vanilla, yum!
      • Karena ada jahe dan vitamin c dari pir yang tinggi, makanan ini cocok buat yang lagi masuk angin atau flu.
      • Kalo pake pir Korea seperti yang ada di resep Maangchi, takaran isi dibikin dua kali lipat yaaa..
      • For video guide please check out Maangchi's video Korean Steamed Pear (Baesuk).
      - Selamat Masak! -

      Thursday, October 4, 2012

      Super Easy Bibimbap!

      Dulu pernah nonton Han Ji Eun sama Yong Jay makan bibimbap...

      Full House
      Image copied from seralulalu.wordpress.com


      Terus, liat lagi bibimbap di drama Protect the Boss...

      Protect the Boss
      Image copied from koalasplayground.com

      Langsung deh penasaran, kaya apa sih rasanya? Setelah nyobain di salah satu Korean restaurant, ternyata gue lumayan suka. Kalo diliat-liat sih gak susah-susah amat bikinnya, jadi langsung kepengen bikin sendiri di rumah.

      Berdasarkan hasil pengamatan (uhuk...), banyak banget ragam isian dari bibimbap ini. Gue pernah liat di dua Youtube channel yang gue subscribe yang nunjukin cara buat 2 bibimbap beda versi (check out Bibimbap on Maangchi or Bibimbap on Aeriskitchen). Tapi gue sih bikin bibimbap versi gue aja, yang gak ribet dan gak terlalu banyak macemnya, tergantung mood aja :D Bibim = campur, Bap = nasi, so basically bibimbap itu nasi yang dicampur daging-dagingan dan sayur-sayuran favorit plus saus gochujang (pasta cabe) atau saus kecap asin. Jadi mengarang bebaslah gue hehehe...

      Sebelum mulai ke resep, gue mau liatin Gochujang alias pasta cabe yang gue pake, begini penampakannya...

      Gochujang 'HOT'

      Walaupun judulnya HOT tapi menurut gue sih gak terlalu pedes kok, standar ajah.
      Gue beli gochujang ini di Carrefour. Selain di sana, di Lotte Mart juga banyak kok biasanya.

      Nah, sekarang, kita mulai eksperimen yuk!

      Bahan Daging:
      - 100 gram Daging ayam fillet, potong kotak-kotak kecil.
      - 1 sdt merica bubuk
      - 1 sdm minyak wijen
      - 1 sdt kecap asin
      - garam secukupnya
      - sedikit wijen sangrai
      Tumis daging ayam plus bumbu-bumbunya (kecuali wijen) dengan api sedang sampai matang.Tambahkan wijen sebelum diangkat. Sisihkan.

      Bahan Utama:
      1-2 mangkuk nasi panas

      Bahan Sayur:
      - 1 wortel import ukuran kecil, dipotong seukuran korek api/parut besar-besar
      - 1-2 buah labu air kecil, dipotong seukuran korek api/parut besar-besar
      Sayuran direbus sebentar dengan sedikit garam. Jangan terlalu lembek, biar masih ada 'kres kres' nya.

      Bahan Saus:
      - 1-2 sdm gochujang
      - 2-3 sdt minyak wijen

      Pelengkap:
      Wijen sangrai untuk taburan

      Masukkan nasi panas ke dalam mangkuk. Tambahkan sayuran dan daging. Menjelang dimakan, taburi dengan wijen, terus aduk rata dengan saus gochujang.



      • Bahan daging bisa diganti daging cincang, sosis, atau udang.
      • Variasi sayur banyak banget, bisa tambah tauge, sawi putih, sawi hijau, zucchini, kyuri, bayam dan lain-lain.
      • Jamur juga enak banget ditambahin ke bibimbap ini. Tapi, jangan direbus, ditumis sama seperti bahan daging.
      • Untuk saus dan minyak wijennya, sesuaikan dengan selera. sedikit-sedikit aja dulu.
      • Orang Korea biasanya nambahin telur mata sapi di atasnya, enak!
      • Sebelum disajikan, sebaiknya jangan dicampur dengan saus dulu ya, suka gak enak nantinya.
      - Selamat Masak! -




      Saturday, July 28, 2012

      Black Sesame Seeds Porridge --> Ta'jil Buka Puasa the Korean Way

      Beberapa hari yang lalu gue baca update terbaru dari the queen of Korean cooking channel on YouTube, Maangchi. Ada yang menarik tentang resep terbaru yang Maangchi upload. Nama resepnya Black Sesame Seeds Porridge, atau Bubur Wijen Hitam.
      Saking penasarannya, besoknya gue langsung nyobain, karena kebetulan bahan-bahannya ada semua di rumah. Hasilnya, buat gue yang suka wijen, it's really tasty. Menurut gue, bubur ini cocok banget buat ta'jil buka puasa yang anget dan manis. Kalo bosen sama kolak pisang, kolang-kaling, bubur mutiara, boleh deh cobain yang satu ini.

      Bahan:
      - 2 sdm   wijen hitam
      - 3 sdm   tepung beras ketan
      - 1,5 cup air (sekitar 360 ml)
      - 1/5 sdt  garam
      - Gula sesuai selera

      Peralatan:
      -Chopper atau blender kecil untuk menghaluskan wijen (bisa diganti pestle and mortar alias ulekan)
      - Sauce pan atau panci kecil dan sendok kayu

      Cara Buatnya:
      • Taruh wijen di atas saringan, cuci di bawah air mengalir, tiriskan.
      • Dengan api kecil, sangrai/sangan wijen sampai garing sambil terus diaduk-aduk, sekitar 3 menit, angkat.
      • Kalo pake chopper/blender, haluskan wijen dengan seperempat jumlah air sampai halus.
      • Kalo pake ulekan, masukkan wijen ke dalam kantong plastik, haluskan dengan batu ulekan.
      • Masukkan wijen halus ke dalam panci, tambahkan sisa air dan tepung beras ketan, aduk rata (kalau tepung menggumpal, aduk dengan wire whisk sampai gumpalan hilang).
      • Masak di atas api kecil sambil terus diaduk sampai bubur mengkilap. Tambahkan garam dan gula, aduk rata. Angkat.
      • Sajikan dengan taburan kacang mede atau kacang tanah panggang atau wijen sangrai.


      • Karena cuma pake air, bubur ini jadi kurang rich. Enak juga kalo air diganti dengan susu atau santan.
      • Resep ini cukup untuk 2 porsi ta'jil.
      • Sebaiknya bubur disantap hangat, karena kalo udah dingin dia mencair lagi dan harus dipanaskan kembali.
      • Karena bikinnya cukup kilat, bisa siapin wijen dan haluskan wijen pas siang atau sore, menjelang buka baru deh buat buburnya. Fresh and tasty!
      • Menurut komentar di blognya Maangchi, ada yang pernah bikin bubur ini dengan wijen putih, hasilnya juga sama enak katanya.
      • For video guide please check out Maangchi's post Heukimjajuk (Black Sesame Seeds Porridge)

      - Selamat Memasak! -

      Saturday, April 14, 2012

      Dakjjim versi Aiko --> Korban Drama Korea

      Hello, everybody!

      Sapaan khas Maangchi di setiap video masaknya. I found her channel on YouTube sekitaran taun lalu. Waktu itu tiba-tiba lagi pengen banget makan tteokpokki setelah nonton Drama Korea. Terus, gue liat-liat lagi video masaknya yg lain, wooow...banyak banget. Mulai deh dari situ milih-milih resep yang gampang plus bahannya gak aneh-aneh (secara supermarket deket-deket rumah gak komplit T_T)

      Si Dakjjim ini salah satu yang gue cobain. Tapi, resep ini udah gue ganti-ganti sedikit. Aslinya sih pake semacam soun Korea plus ayamnya gede-gede, kayaknya sih seekor dibagi 8 ato 16 (can't figured it out). and...voila! Entahlah sebenernya rasa asli dakjjim ini kaya apa. Tapi dari hasil masakan gue yang ngikutin resepnya, ini lumayan enak buat percobaan pertama :D

      Original recipe available at Maangchi.


      Bahan:
      - 1  kentang, kupas, potong dadu sekitar 2cm
      - 1  wortel, kupas, potong serong 1/2cm
      - 1 genggam udang segar, cincang kasar (gue pake udang keciiiil)
      - 1 genggam ayam fillet, potong 2 cm
      - 2 siung bawang putih, cincang
      - 1 cm jahe, kupas, memarkan
      - 1 siung bawang bombay kecil, potong dadu
      - 2 genggam soun, rendang air sekitar 5 menit *di resep ini gue pake misoa, berhubung soun lagi gak ada :")
      - 1 bawang daun, iris bagian hijaunya.
         untuk bagian putihnya, iris tipis-tipis memanjang, rendem di air dingin (air es)
      - 2 buah cabe merah kering, potong 1cm
      - 2 buah cabe hijau, iris serong
      - 1 buah cabe merah besar/keriting, iris serong
      - 2 sdm minyak goreng
      - 500 cc air

      Saus (aduk jadi satu)
      - 3 sdm kecap asin (gue pake 2 bagian kecap asin biasa + 1 bagian Kikkoman, tapi
      kalo ga ada Kikkoman juga gak apa-apa kok)
      - 3 sdm saus tiram
      - 1 sdt corn syrup (1 sdt gula d masak dgn 1 air) kalo gak ada, ganti madu aja
      - 1-2 sdt gula palem (tergantung seberapa suka manisnya)

      Pelengkap:
      - 1 sdt merica hitam, tumbuk kasar
      - 1/2 sdt minyak wijen
      - 1 sdt biji wijen panggang

      Cara Bikinnya:
      1. Panasin wajan, masukkan minyak. Tumis cabe merah kering sampe aromanya harum (10-15 detik), angkat cabenya.
      2. Tambahin ayam, setelah ayam berubah warna, tambahin udang. Aduk 3-5 menit.
      3. Tambahin bawang putih sama jahe, aduk lagi.
      4. Tambahin kentang sama campuran saus sama air, aduk. Tutup wajan masak di api sedang sekitar 10 menit.
      5. Buka tutup wajan, wortel sama bawang bombay masuk, masak lagi 5 menit tanpa ditutup.
      6. Tambahin soun, cabe merah, cabe hijau, cabe merah kering. Masak sampai soun matang terus kuahnya agak kental.
      7. Matiin api, tambahin minyak wijen sama bawang daun.
      8. Pas mau dihidangkan, taburin biji wijen panggang sama bagian putih bawang daun yg sebelumnya d rendem air es buat hiasan di atasnya. Jadi deh.


       
      * Cabe keringnya gue bikin sendiri, jemur cabe keriting di tampah (bahasa Indonesianya tempayan, kalo gak salah :p), sekitar 3 harian lah, tergantung panas mataharinya. Pokoknya sampe kering banget. Masukin wadah kedap udara. Cocok loh buat persediaan kalo harga cabe lagi mahal (tips ibu-ibu!).
      * Wortelnya pake wortel import ya, lebih manis terus lebih cepet mateng.
      * Kalo gak suka bawang daun, gak usah dipakein, optional aja, tapi kaya ada yang kurang gitu...

      -Selamat Masak!-

      Friday, February 3, 2012

      Nasi Goreng Kimchi / Kimchi BokkEumBap

      Ibu-ibu, kakak-kakak, sesuai janji, sekarang gue bakal ngasih resep masakan yang pake Kimchi, Nasi Goreng Kimchi alias Kimchi BokkEumBap. Gue liat resep originalnya dari Aeris Kitchen dan seperti biasa diotak-atik sedikit. Haduh...tampak sedap waktu pertama kali denger tentang nasi goreng kimchi ini. Daaan... pada percobaan pertama, I love it! Gak ada rasa asem-asem dari kimchi, yang ketara justru pedes. Wangi pas masak nasi goreng ini mirip sama wangi nasi goreng terasi, beneran.
      Untuk bikin nasi goreng ini, kita butuh kimchi yang udah difermentasi. Kemaren kan udah gue post resep kimchi ya? Nah, di situ gue tulis kalo kimchi itu lebih baik disimpen di kulkas. Tapi kalo pas mau masak ini, berhubung butuh fermented kimchi, begini caranya:
      Ambil wadah kedap udara yang lebih kecil, pindahin sekitar 5 sendok makan penuh kimchi (bebas sih, tergantung selera). Tutup rapat wadah, simpan di suhu ruangan (di luar kulkas) satu hari penuh. Besoknya langsung bisa dipake untuk nasi goreng kimchi. Kalo misalnya gak abis, harus langsung masuk kulkas.
      Sebenernya yang gue liat, di Korea sih kimchi itu difermentasiin sampe asem banget, cuma berhubung gue gak terlalu biasa makan yang begituan, takut sakit perut :D Makanya cari aman ajahlah, setuju?
      Bahan:
      • Fermented Kimchi
      • Nasi 2 mangkok kecil (mangkok yang biasa dipake cetak-cetak nasi itu loh.. tapi ditambah boleh, dikurangi boleh, bebas!)
      • 1/2 - 1 sdt gula pasir (tergantung banyaknya kimchi yang dipake)
      • 2 sdm penuh air kimchi (kalo kimchi udah berfermentasi, suka keluar lbh banyak air dari waktu pertama kita buat)
      • 1 - 1,5 sdt kecap ikan
      • 1/2 sdt minyak wijen
      • 1/2 sdt kecap asin
      • garam sedikit
      • kecap manis sedikiiiit aja (buat nyeimbangin rasa aja)
      • Minyak goreng sedikit
       Cara Buatnya:
      • Panaskan 1 sdm minyak goreng. Masukin kimchi sama gula pasir. Tumis dengan api sedang sampai kimchi agak kering. (gue saranin sih pake wajan anti lengket, supaya saus kimchi yang kering-kering nempel di wajan bisa kecampur lagi pas nasi masuk, enak, beneran...)
      • Tambahkan nasi, air kimchi, kecap ikan, minyak wijen, kecap asin, garam. Aduk sampai benar-benar rata. Masak sekitar 7-8 menit dengan api sedang sampai rasa kimchi meresap ke dalam nasi.
      • Tambahkan sedikiiiiiit aja kecap manis. Sampe sini, rasain dulu ya, karena rasa kimchi yang asin dan sedikit asem, jadinya agak kurang gurih kalo gak ditambah kecap manis sedikit. But remember! just a dash!
      • Angkat, sajikan panas.



      *Untuk pelengkapnya, tambahkan telor mata sapi, telor dadar, atau telor orak arik. Kalo suka, ditambah ayam goreng suwir juga enak.
      *Untuk minyak, bebas sih takarannya. Kalo gue gak terlalu suka nasi goreng yang berminyak, jadi minyaknya pake sedikiiit aja.
      - Selamat Masak! -

      Wednesday, February 1, 2012

      Homemade KIMCHI

      Annyeonghaseyo, chingudeul... Orenmanida...
      hahaha...korban drama Korea nih!
      Hai semuanya! Lama gak ketemu yah... Berhubung akhir-akhir ini gue lagi rajiiiin banget nonton drama Korea, gue mau ngasih satu resep yang nantinya bisa dikembangin lagi jadi beberapa masakan Korea yang ajib!
      Gara-gara ngikutin drama Korea 'Fermentation Family', tentang satu keluarga yang punya restoran yang kimchinya enak banget, tiba-tiba jadi ngidam se-ngidam-ngidamnya sama kimchi. Kalo beli, takut kebanyakan, makanya nyobain bikin sendiri. Seperti biasa, resepnya gue dapet dari Maangchi. Dan seperti biasa juga, berhubung bahan-bahan di rumah gak selalu komplit, gue improvisasi sedikit dari resep dasarnya. Mudah-mudahan enak yaaa...

      Bahan:
      • Sawi putih yang besarnya sedang aja (kalo mau bisa ditambah kol yang agak muda), dipotong-potong bite size, sekitar 3cm lah, terus rendam kira-kira 5-10 menit, tiriskan.
      • 1/4 cup garam (sekitar 3 sdm)
      Nah, yang agak lama proses penggaraman. Di dalam wadah yang besar, masukin sawi putih atau kol (atau dua-duanya), tabur garam sampai rata, terus aduk-aduk. Diemin setengah jam, terus aduk-aduk lagi. Ulang dua kali (total didiemin sekitar 1.5 jam). Cuci bersih 3 kali, tiriskan.

      Bahan Pasta Kimchi:
      • 1 wortel ukuran kecil, diiris korek api
      • 2 daun bawang ukuran kecil, diiris serong
      Yang pertama dibuat itu bubur tepungnya dulu.
      • Campur 250 cc air dengan 1/4 cup tepung ketan atau tepung terigu (di resep asli pake sweet rice flour), aduk rata.
      • Masak di atas api sedang sampai agak mengental, kecilkan api, tambah 2-3 sdm gula pasir, aduk rata. Masak lagi sekitar 2 menit sampai agak transparan. (tapi jangan sampai kayak bubur sumsum yaaa)
      • Angkat, dinginkan.
      Yang kedua, bahan buat bumbunya:
      • 1/4 cup bawang putih (sekitar 6 siung ukuran sedang) 
      • setengah bawang bombay ukuran sedang, potong-potong
      • 1 cm jahe, potong-potong
      • 6-7 sdm kecap ikan
      • 3 cabe merah besar yang dibuang bijinya
      Blender semua bahan jadi satu, sisihkan.
      Campur bahan bubur tepung dengan bumbu yang diblender. Tambahkan 1/3 cup (sekitar 4 sdm penuh) cabe bubuk/paprika bubuk (pastiin yang high quality dan rasanya gak pahit, atau boleh ikutin resep gue: blender halus 30 cabe merah keriting kering). Aduk rata semuanya. Tambahkan wortel sama daun bawang, aduk rata lagi.

      Sekarang...campur kimchinya:
      Di dalam wadah besar, campur sawi putih/kol dengan pasta kimchi. Lebih enak campurin pake tangan, tapi jangan lupa pake sarung tangan atau plastik. Campur sampai rata. Siapin wadah kedap udara, susun kimchi yang udah rata dengan pastanya, tekan-tekan/padatkan.
      Semakin lama disimpan, kimchi semakin berfermentasi, jadi ada sedikit rasa asam, tapi enak loh! Pastiin untuk simpan kimchi di dalam kulkas.




      Nah, kalo udah jadi kimchinya, setelah nanti berfermentasi, gue bakalan nyoba bikin mie atau nasi goreng pake kimchi. Tungguin resepnya yaaa...

      *WARNING! Kimchi di resep ini pedes banget, jadi kalo gak terlalu suka pedes, si cabe keriting kering gilingnya dikurangin dan ditambah cabe merah besar fresh yang diblender atau cabe keringnya pake cabe merah besar kering, bukan cabe keriting kering, ok? ;)

      - Selamat Masak! -

      Monday, December 19, 2011

      Tofu Jeon alias Perkedel Tahu

      Annyeong!
      Oke, masih tentang Korea-an, resep yang bakal gue post ini juga dari satu blog yang isinya hampir semua resep masakan Korea, namanya Aeri's Kitchen. Nemunya juga gak sengaja, pas lagi browsing video di YouTube. Untuk si Tofu Jeon ini, sebenernya sih kalo kata gue sama aja kaya perkedel tahu gitu, tapi karena bahannya semua yang available di dapur terus bikinnya gampang banget, with a blink of an eye, jadilah Tofu Jeon ini. Enak dimakan anget-anget pake nasi ato buat ngemil-ngemil sore ;)
      Original recipe available at aeriskitchen.

      Bahan:
      - 4 buah tahu ukuran sedang (mau yang kuning atau putih terserah aja)
      - 1 butir telur
      - 2 sdm tepung terigu
      - 1 batang daun bawang diiris
      - 1 buah cabe merah, buang bijinya, cincang
      - 3 siung bawang putih, cincang
      - garam + merica
      - minyak

      Cara buatnya:
      - Tumis bawang putih dengan sedikiiiit aja minyak sampe harum, angkat.
      - Haluskan tahu dengan menggunakan garpu, tambahin telur dan garam+merica, aduk rata
      - Masukin bawang putih yang udah ditumis, daun bawang, cabe, aduk rata.
      - Terakhir masukin tepung terigu, aduk sampai bener-bener rata.
      - panasin sedikit minyak di dalam pan datar, tuang satu sendok penuh adonan, bentuk bulat dengan sendok.
      - Kalo udah agak coklat, boleh dibalik. Masak sampe kedua permukaan kecoklatan.




      * resep di atas hasilnya sekitar 10 Tofu Jeon
      * Kalo mau lebih sehat, bisa tambahin wortel parut kasar ke dalam adonan
      * Bisa nih gantiin jajan gorengan, lebih sehat dan terjamin ;)

      - Selamat Masak! -